Sebelum seperti saat ini dimana
kita tak saling sapa, dulu kita pernah sangat dekat seperti daun yang bergoyang
ketika angin datang. Kalau kau bertanya akan perasaanku saat ini kepadamu, aku
sungguh sangat merindumu. Seperti rindunya gurun terhadap air. Ah rasanya aku
sangat ingin menyapamu, kamu yang namanya selalu aku sebut sebelum aku
memejamkan mata di saat malam. Namun lagi-lagi ego selalu saja mendominasi kesadaranku.
Bagaimanalah ini, jika rindu sudah sangat tidak terbendung, namun jangankan
untuk bertanya kabar akanmu, menyapamu saja aku tak sanggup. Ah apakah rindu
memang harus selalu menyiksa begini?
Rabu, 24 Februari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Raden saleh-Sarinah itu deket kan ya, kalau naik motor tinggal jalan ke cikini, masuk Menteng, lurus aja terus sampe mentok ntar juga kete...
-
Tanggal 10 November 2019 lalu saya berkesempatan mengunjungi Studio Gamplong di Yogyakarta. Itu loh lokasi syuting film punyanya Hanung Bra...
-
SUKU PAKPAK Suku Pakpak banyak terdapat di Sumatera Utara, yakni di Dairi, Perbatasan dengan Aceh, Parlilitan dan Pakpak Bharat Tak banya...