Sebelum seperti saat ini dimana
kita tak saling sapa, dulu kita pernah sangat dekat seperti daun yang bergoyang
ketika angin datang. Kalau kau bertanya akan perasaanku saat ini kepadamu, aku
sungguh sangat merindumu. Seperti rindunya gurun terhadap air. Ah rasanya aku
sangat ingin menyapamu, kamu yang namanya selalu aku sebut sebelum aku
memejamkan mata di saat malam. Namun lagi-lagi ego selalu saja mendominasi kesadaranku.
Bagaimanalah ini, jika rindu sudah sangat tidak terbendung, namun jangankan
untuk bertanya kabar akanmu, menyapamu saja aku tak sanggup. Ah apakah rindu
memang harus selalu menyiksa begini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Saya tidak pernah punya teman travelling sebelumnya sampai saya bertemu dengan Len. Lelaki Belanda yang saya temukan di pinggir ...
-
Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya...
-
Negara Islam Indonesia (disingkat NII ; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI ) yang artinya adalah "Rumah Islam" ada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar