Sabtu, 21 Juli 2018

Kesasar ke Taman Lawang

Raden saleh-Sarinah itu deket kan ya,  kalau naik motor tinggal jalan ke cikini,  masuk Menteng, lurus aja terus sampe mentok ntar juga ketemu yakan. Nah tadi malam bisa-bisanya gue nyasar sampe Kedutaan besar Arab Saudi padahal mau ke Sarinah.  Akhirnya muter balik lagi, ikutin jalur dan belok kiri ikutin petunjuk jalan 'Bundaran HI'eh ternyata sampe sana zonk karena ternyata forboden dan ku tak berani melawan arah. Jadilah sebelum masuk kawasan Bundaran HI gue belok kiri ikutin jalan sampe masuk kawasan Taman Lawang.  Degdegan?  Iyalah buset, itu lagi rame dan malah ada yang transaksi. Ditengah malam yang gelap,  hati degdegan dan bingung mau kemana gue malah ntah kenapa berhenti di depan 'mba' yang cuma pake bra doang dan nanya ke dia arah ke Thamrin awalnya dan dia kasih tau.  Trus gue ngeh kalau salah,  karena harusnya gue nanya arah Sarinah.  Jadilah dia menjelaskan arah sama gue dan gue yang mendengarkan dengan seksama walau sedikit ga nyaman because he almost naked.  Well kalau lo pada nanya kenapa ga nanya sama orang lain aja sih,  sesungguhnya gue juga ga ngerti tjoy dan seingat gue ga ada orang di sana.

Gue jadi keinget kejadian beberapa tahun lalu,  waktu itu gue motoran sama Ilham tengah malam karena baru balik dari makan Mie Aceh di Setia Budi.  Dan waktu itu lagi famous banget soal Taman Lawang karena ada filmnya.  Ketika itu gue minta diajakin ke sana sama Ilham, cuma karena alasan penasaran doang.  Dan Ilham cuma ngizinin liat dari jauh doang.  Waktu itu kita ke sana rada serem juga sih karena kita liat sesosok tubbuh tergeletak di jalan yang ga ngerti itu tidur apa ngapain.  Tapi intinya waktu itu gue ga masuk ke kawasannya karena kata Ilham bahaya, soalnya gue perempuan.

Dan tadi malam gue malah masuk ke kawasannya dan dibantuin sama salah seorang yang ada di sana. Well what I want to say is,  liat deh pada dasarnya semua orang itu baik kok asal kita memperlakukan mereka baik.  Penampilan?  Itu kan luarnya saja, dalamnya kamu ga bakal tau kalau ga mencari tau. Lagi pula jangan terlalu percaya dengan branding yang dibangun oleh masyarakat,  walau ya tetap waspada tetap yang paling utama.

Rabu, 04 April 2018

Ambon

Ini pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di wilayah Timur Indonesia. Kali ini saya berkesempatan mengunjungi kota Ambon yang berada di provinsi Maluku. Sebenarnya kunjungan saya ke Ambon kali ini dalam rangka kongres HmI, organisasi yang saya geluti sejak jaman kuliah dahulu. Tapi kongres hanya menjadi batu loncatan saja untuk kemudian saya bisa mengeksplore Ambon. Jadi niatnya setelah saya melaksanakan kewajiban saya selama kongres, saya akan melanjutkan perjalanan. Kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki di Ambon adalah, panas dan gerah. Padahal ketika saya sampai waktu itu kondisi sedang hujan dan waktu menunjukkan pukul 19.00WIT dan sudah tidak adalagi matahari tapi tetap saja panas. Mungkin hal tersebut dikarenakan wilayah Ambon yang memang mayoritas lautan. Saat ini, di Ambon sendiri tempat tinggal masyarakatnya diatur berdasarkan agamanya. Terdapat wilayah umat Muslim dan umat Kristen. Namun hal tersebut hanya berlaku di dua agama mayoritas saja, Islam dan Kristen. Hal tersebut merupakan hasil dari konflik agama yang pernah dialami oleh Ambon bertahun-tahun silam. Namun tidak usah takut, kondisi Ambon saat ini sudah aman dan tentram. Lalu lintas di Ambon menurut saya semrawut, hal tersebut karena sopir angkot yang menyetir dan berhenti seenak jidat (tidak jauh berbeda dengan semua supir angkot di wilayah Indonesia lainnya) ditambah pengendara motor yang saya pribadi ga ngerti maksud san tujuan hidupnya apa. Itu pengendara motor mayoritas sangat ugal-ugalan dan sepertinya memiliki nyawa yang sangat banyak. Bahkan ketika di Ambon mobil yang saya kendarai pernah ditabrak oleh pengendara motor yang mana si pengendara merupakan siswa SMK dan mengendarai motor tanpa SIM, STNK nahkan plat motor. Sungguh membuat saya melongo. Oh iya jika kamu tidak terlalu ahli dalam mengendarai mobil, sebaiknya tidak usah menyetir ketika di Ambon. Terkait akan ugal-ugalannya pengendara motor di Ambon ditambah jalanan di Ambon sungguh menguji adrenalin. Beberapa jalanan di Ambon dimayoritasi oleh tanjakan dan turunan yang lumayan curam, ditambah jalanan di Ambon tidaklah seluas jalanan di Jakarta. Buat saya pribadi menyetir di tanjakan yang dibarengi oleh belokan dan ramai merupakan ujian bagi pengendara mobil kopling hehe. Tapi ada yang unik dari aupir angkot di Ambon, jadi kalau pengalaman saya di Jakarta jika uang saya seharusnya ada kembalian, terkadang supir angkot di Jakarta enggan memberikan kembaliannya. Namun tidak jika di Ambon, seribu rupiahpun akan dibalikkan. Saya pengalaman soalnya. Bahkan kata teman yang tinggal di Ambon, jika ada kembalian dua ratus rupiah juga akan dibalikkan. Keren ya. Makanan di Ambon, hemm so far saya tidak ada masalah dengan rasa makanan. Karena Ambon adalah daerah yang kaya sekali akan rempah-rempah jadi menurut saya makanannya baik-baik saja. Rasanya tak jauh beda dengan makanan Indonesia lainnya. Oh ya jangan kaget jika di Ambon seafood merupakan makanan yang biasa saja. Maksudnya jika di Jakarta seafood masuk klasifikasi makanan yang mahal pun belum tentu kita mendapatkan seafood yang segar jika di Jakarta. Namun di Ambon kita bisa mendapatkan ikah, cumi, udang serta makanan lain lagi dengan harga murah dan kualitas yang segar pula. Waw sekali bukan. Hehe Untuk mencoba seafood saya menyarankan untuk mencoba seafood di daerah Amplas (Ambon Plaza). Di depan Amplaz kalian akan menemukan deretan warung tenda yang menjajakan seafood berbagai ukuran dan berbagai jenis. Pilih sesuka hati saja dan jangan lupa bayar pastinya hehe. Tidak perlu khawatir dengan biayanya, karena jika dibandingkan di Jakarta harganya akan berkali-kali lebih murah. Oh ya jangan lupa untuk mencoba cumi tepungnya jika berkunjung ke sana hehe. Buat kalian yang ingin mengunjungi kafe dengan pesona pemandangan laut, ada beberapa opsi kafe yang bisa saya tawarkan. Ada Dermaga Cafe, Agniya Cafe, dan Wailela Cafe. Wailela lebih mahal jika dibandingkan dua kafe lainnya. Namun pemandangannya memang lebih juara sih hehe. Kalau rasa makanan, itu tergantung selera saja hehe Jadi, kapan mau main ke Ambon? Saya yakin Ambon tidak akan mengecewakan anda :) --- Shared with https://goo.gl/9IgP7

Rabu, 24 Februari 2016

Merindu

Sebelum seperti saat ini dimana kita tak saling sapa, dulu kita pernah sangat dekat seperti daun yang bergoyang ketika angin datang. Kalau kau bertanya akan perasaanku saat ini kepadamu, aku sungguh sangat merindumu. Seperti rindunya gurun terhadap air. Ah rasanya aku sangat ingin menyapamu, kamu yang namanya selalu aku sebut sebelum aku memejamkan mata di saat malam. Namun lagi-lagi ego selalu saja mendominasi kesadaranku. Bagaimanalah ini, jika rindu sudah sangat tidak terbendung, namun jangankan untuk bertanya kabar akanmu, menyapamu saja aku tak sanggup. Ah apakah rindu memang harus selalu menyiksa begini?


Sentul, 23 Februari 2016

Minggu, 05 Mei 2013

Awal mula...


Awal kisah itu dimulai...
Dimulai di hari itu
Dimulai di malam itu
Di mulai di tempat itu
Dan dimulai oleh mu...

Awal kisah itu dimulai...
Dimulai ketika kau mulai mendekatiku
Dimulai ketika kau memberikan respo yang positif
Dimulai dengan ceritaku
Dan dimulai oleh ketembukaan mu...

Awal kisah itu masih baru dimulai...
Dimulai dari keyakinan diriku
Dimulai dari tanda-tandamu
Dan dimulai oleh janji yang kau berikan lewat tindakan mu...

Namun sekarang, bahkan ketika kisah itu baru akan dimulai
Kau malah menghancurkannya
Kau mulai dengan pasti mengahncurkan semua anganku
Kau mulai dengan pasti dengan menghancurkan impianku
Kau mulai dengan pasti dengan menhancurkan perasaanku
Dan kau mulai dengan mengajariku arti dari ketidak percayaan

Senin, 17 Desember 2012

Bersyukurlah


Kadang tidak selalu ada pelang setalh hujan, namun buakan berarti tidak ada keindahan bukan? Tuhan berkata "Selalu ada kemudahan setelah kesusahan" dan ada sebahagian kita yang ercaya namun banyak juga yang meragukannya?

Tapi bukankah memang harus seperti itu? Agar manusia tahu apa itu kesusahan, apa itu penderitaan dan apa itu usaha. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada kesususahan yang diberikan Tuhan kepada kita? Tidak perlu ditanya. Semua dari kita jelas tidak akan ada yang mau berusaha. Karena apapun yang kita butuhkan sudah tersedia.

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang telah Tuhan ciptakan di Dunia. Bukankah harusnya kita menjadi bangga atas segala kesempurnaan yang kita punya?  Bukan justru menyia-nyiakannya dengan tidak mensyukurinya. Bersyukurlah dan yakinlah semuanya akan terasa lebih ringan dan mudah untuk kau hadapi

Kamis, 06 Desember 2012

Menyesal


Aku bingung apa yang terjadi. Mengapa awalnya mudah bagiku namun pada akhirnya selalu kesulitan yang aku dapatkan. Ntah apa yang sudah aku lewatkan dalam episode hidupku bersamanya. Namun aku yakin, tak satupun dari episode terebut yang aku lewatkan. Namun, mengapa ini harus terjadi?
Apa ini akibat aku yang terlalu menganggap mudah semuanya?
Apa karena aku yang tidak pernah menganggap keberadaannya?
Atau aku yang tidak pernah memperdulikan perhatiannya?
Tapi apapun itu, satu yang pasti. AKU MENYESAL

Senin, 03 Desember 2012

Terlambat

Kadang kita akan tahu rasanya bagaimana diperhatikan justru setelah perhatian itu tidak ada lagi. Kadang kita juga tahu rasanya adanya kasih sayang justru setelah kasih sayang itu sudah tidak ada lagi. Kadang kita tahu adanya cinta justru ketika cinta itu telah pergi. Bahkan kita akan tahu keberadaan seseorang justru setelah orang itu sudah tidak ada lagi.

Aakah dengan itu semua kita merasa bodoh, karena sudah menyia-nyiakan perhatian yang ada? Atau kita sudah merasa tuli karena kita sudah tidak mendengar akan adanya kasih sayang? Atau kita merasa sudah menjadi bisu, karena tidak bisa mendengar pernyataan cinta? Atau justru kita sudah merasa buta, karena tidak bisa melihat akan keberadaannya?

Mungkin... Karena cinta buta, bisu, tuli dan bodoh?
Atau kita yang pura-pura buta, bisu, tuli dan bodoh?

Ntahlah...

Tapi nanti, ketika suatu saat ada yang mempertanyakan semua itu, mempertanyakan tentang kebutaan, kebisuan, ketulian, bahkan kebodohan cinta, aku akan mengatakan dengan pasti bahwa kalian salah. mungkin benar kalau cinta buta, bisu, tuli bahkan bodoh. tapi aku yakin kalau dia tidak pikun. Dia tidak seperti yang kalian katakan atau bayangkan. Karena sesungguhnya dia mampu merasakan semuanya. Dia bisa mendengarkan semuanya. Dia bisa melihat semuanya. Namun dia hanya tidak mengerti akan semuanya. Mengapa semuanya terjadi justru ketika dia telah merasakannya. Semua hanya karena satu kata TERLAMBAT