Selasa, 14 Mei 2019
Duta Kece Goes To Baduy Dalam via Jalur Cepat
Jumat, 26 April 2019
Dua Hari Menginap di Padma Hotel Bandung
Selama perjalanan saya bercerita kalau saya pernah ke Pusdikpassus mengunjungi abang saya (padahal waktu itu saya wawancara narasumber tesis), dan cerita-cerita keren lainnya. Jaga-jaga jika abangnya mempunyai niat jahat hehe. Syukurnya selama perjalanan drivernya juga berusaha memilih jalanan yang ramai dan saya sampai dengan selamat. Sesampainya di hotel suasana lobby gelap dan saya mulai berfkir, ini hotel pelit amat sih kaga ada lampunya (Besoknya baru saya tau dari pegawai hotel kalau mereka, Padma Hotel punya konsep Nature, makanya gelap karena mereka meminimalisir penggunaan listrik). Bahkan sampai hotel kakak saya masih belum membaca chat saya, apalagi membalasnya. Kemudian saya samperin pegawai front office yang berjaga malam itu, dan menanyakan apakah saya boleh tau kamar pengunjung. Mungkin karena saat itu sudah larut dan saya tau persis nama kakak saya, mas yang baik itu bersedia mencarikan nama kakak saya dan memberitau nomor kamarnya. Kamar 423 adalah tujuan saya, berada di lantai 4. Lumayan lama saya berada di depan kamar berusaha menelpon dan memencet bel, sampai akhirnya kakak saya bangun dan membukakakn pintu. Ya saya saa kaget kenapa dia tidur seperti orang mati sih -_- (Oh may be this is genetic, lol).
Itu adalahh kamar yang besar dengan kasur yang besar (satu kasur diisi oleh saya, kakak saya dan dua ponakan saya dan bisa kalau diisi oleh satu orang lagi). Ketika terang saya baru mengetahui kalau ternyata di kamar itu terdapat balkon yang menghadap langsung pepohonan yang rimbun. Dengan kamar mandi besar juga dan terdapat bath up di dalamnya dan juga terdapat satu wastafel dan satu ruangan untuk mandi yang memiliki dua shower (hand shower and rain shower).
Jam 7 pagi kami memutuskan untuk pergi sarapan, sarapan terdapat di lantai 1. Oh ya di Padma Hotel Bandung, lantai satu berada di paling atas dan lantai 8 berada di lantai paling bawah. Karena 2 keponakan saya sudah berusia di atas 5 tahun, maka kami harus membayar biaya tambahan untuk sarapan mereka sebesar 200k. Terdapat berbagai macam menu sarapan di Padma Hotel, mulai dari menu asli Indonesia, Western, Chinese food bahkan ada kids corner untuk menu makanan anak-anak. Karena kami tidak punya rencana spesifik selama di Bandung, lagi pula kami berdua adalah no rugi-rugi club, jadi kami menghabiskan 3 jam di restoran haha. Eh lagipula menunggu dua anak kecil yang susah makan itu menghabiskan makanannya memang sangat lama.
Di tengah penantian saya dan kakak saya menunggu mereka berdua makan, kami disamperin pegawai hotel yang teryata bertugas di front office, Izzul namanya.
| Kegiatan painting |
| Kegiatan memancing |
Jika kalian berniat menginap di Padma Hotel Bandung, ini saya fotokan list harga menginap di Hotel Padma Bandung. I know, I know you must be shocked about the price, I was in your position too! (syukur gue dibayarin yekannn) Mana baru tau kalau kamar yang kita tempati ternyata Premium Room Mountain lagi, perkara mountain dan ga mountain aja beda 200k dong . Tapi percayalah , harga tersebut worth it dengan kenyamanan dan fasiltas yang akan kalian dapatkan. Kalau kalian memesan via web Padma Hotel, akan ada diskon spesial buat kalian yang bisa digunakan untuk pemesanan kamar atau bisa juga digunakan untuk deposit. kalau tidak mau rugi karena sudah mengeluarkan uang sebegitu banyak hanya demi menginap di hotel, maka saya sarankan kalian membawa anak kecil jika mengianp di Padma.Tapi jangan bawa anak kecil satu RT, tidak begitu juga sahabat! Karena mostly fasilitas yang terdapat di Padma memang dikhususkan untuk anak anak. Jadi kapan mau menginap di Padma Hotel?
Selasa, 16 April 2019
Takjil Gratis Buat Yang Puasa Senin Kamis
Di tengah teras masjid terdapat dua meja yang di atasnya terdapat beraneka macam kue dan makanan ringan lainnya juga air mineral gelas dan teh manis. Wahh ternyata itu adalah hidangan untuk buka puasa, hari kamis adalah waktu untuk puasa sunnah (tidak wajib) bagi ummat islam. Dalam islam terdapat dua hari puasa sunnah yang biasa dilakukan serang muslim dalam satu minggu, yaitu puasa senin dan kamis. Karena kebetulan hari itu saya juga sedang berpuasa dan baru membatalkan puasa hanya dengan air mineral saja, maka saya mengambil bolu yang tersedia di sana.
Senin, 21 Januari 2019
Perjalanan ke Bajawa, Ngada. Nusa Tenggara Timur
Perjalanan kali ini sedikit berbeda, karena selain berwisata dan berpetualang saya juga datang untuk mengunjungi Pak Made dan Kak Cyntia yang saat ini menjabat sebagai Dandim di Ngada. Ya sambil menyelam minum air, sambil silaturrahmi dapat bonus liburan hehe.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan tiket Sriwijaya yang saya beli di STFJ dengan harga 600an. Perjalanan dari Jakarta pada pukul 06.05 WIB dengan menggunakan pesawat Sriwijaya dan sampai di Denpasar, Bali pada pukul 09.00 WITA. Seharusnya perjalanan saya dilanjutkan pada pukul 10.40 dengan menggunakan NAM Air, namun apa daya setelah mengalami delay yang sangat panjang kemudian baru berangkat pukul 15.00 WITA. Saya baru sampai di Labuan Bajo pada pukul 17.00 WITA. Mundur 6 jam dari jadwal awal. Huh.
Dikarenakan pesawat dari Labuan Bajo ke Ngada hanya ada sekali setiap harinya, yaitu pada jam 12.00 WITA. Maka tidak memungkinkan bagi saya untuk melanjutkan perjalanan ke Ngada. Kemudian saya menginap di hotel yang Exotis yang lokasinya sangat dekat dari Bandara. Kalian bisa berjalan kaki dari hotel ke bandara, dan ini bisa dijadikan opsi untuk kalian yang mempuyai jadwal terbang lanjutan. Mengingat transportasi dari Bandara ke kota lumayan mahal. 50.000 dengan taksi.
Keesokan harinya jam 11 kurang saya sudah berada di bandara and guess what, pesawatnya delay dong. Bahkan hingga jam 12 saja pesawat kecil itu belum juga menapakkan romanya di Bandara Komodo. Jam 12.32 WITA akhirnya pesawat datang dan kurang dari jam 1 para penumpang sudah berada di pesawat dan pesawat langsung lepas landas. Jam 01.30 akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna di bandara Ngada. Sampai di Ngada, anggotanya Bapak sudah siap menyambut saya da kemudian saya melanjutkan perjalanan ke rumah Bapak dan Kak Tya.
Pusat kota Bajawa itu berada di dataran yang lebih tinggi lagi dari lokasi bandara, Kota yang kecil namun menyejukkan. Masih jam 2 saja kabut sudah turun ke kota dan menghalangi pandangan mata. Sepanjang jalan kita disambut pemandangan yang sangat indah, melewati Gunung Pasir yang pasirnya terus dikerik. 35 menit mengendarai mobil akhirnya sya sampai di rumah Bapak. Rumah itu sangat asri dengan halaman luas dan pohon kelengkeng di depannya, lokasinya tepat berada di sebelah kantor Kodim karena rumah itu adalah rumah dinas Dandim. Ah saya lupa memberitahu kalian bahwa Bapak adalah Dandim di Ngada.
Ketika saya masuk ke rumah langsung disambut Kak Tya dengan pelukan dan kalungan kain khas Bajawa. Sungguh saya sangat terharu! Ketika diantar ke kamar yang nantinya akan saya tempati selama saya berada di Bajawa, saya dibikin kaget karena ternyata sudah ada Kak Yeni di sana. Seminggu sebelum keberangkatan ke Labuan Bajo, kak Yeni memberitahu kalau dia membatalkan keberangkatannya. Waktu itu saya juga hampir membatalkan keberangkatan saya karena Males juga sendirian. Well they successed to prank me -_-
Makan siang pertama saya memakan masakan Kak Tya langsung, sop ikan yang rasanya sangat enak. Di Bajawa yang udaranya dingin, sop ikan panas adalah pasangan yang sangat cocok.
Sore harinya saya dan Kak Yeni baru bisa bertemu Pak Made karena memang jadwalnya yang sibuk. Malam harinya kami diajak untuk nongkrong di Cafe yang lokasinya tak jauh dari rumah Kak Tya. Mungkin karena mayoritas turis yang datang adalah foreigners, menu makanan yang tersedia di Cafe juga tak jauh dari menu kebarat baratan . Menu ditulis dalam bahasa Inggris dan live musik yang ditampilkan juga dalam bahasa Inggris. Namun kami menemukan satu menu unik. Jus advokat hehehe
Jumat, 18 Januari 2019
Komodo dan Labuan Bajo
Coba, ada yang tau Labuan Bajo itu dimana? Ada yang tau kita bisa menemukan apa di Labuan Bajo? Iyappp, Labuan Bajo merupakan wilayah yang berada di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ketika orang dengar Labuan Bajo, yang ada di fikiran kita sudah pasti Komodo. Iya komodo yang masuk ke dalam keajaiban dunia itu adanya di Indonesia.
Komodo itu adalah hewan karnivora yang dapat kita temukan di wilayah NTT tepatnya di Kepulauan Komodo. Di Kepulauan komodo terdapat banyak sekali pulau, namun komodo hanya mendiami 2 pulau saja yaitu Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Di pulau yang terdapat komodonya, komodo adalah predator utama. Sebenarnya yang berbahaya itu bukanlah gigitan komodo, melainkan air liurnya. Air liurnya komodo mengandung banyak sekali bakteri dan salah satu bakterinya dapat menjadi senjata yang mematikan, bahkan terhadap manusia.
Ada beberapa larangan yang diberlakukan ketika bertemu komodo, diantaranya menjaga jarak dari komodo (setidaknya berada 3-5 meter dari komodo), tidak berjalan sendiri yang arti ya kita harus berjalan berkelompok, tidak menggoyang goyangkan tas, dan juga perempuan yang sedang menstruasi sebaiknya tidak bertemu komodo. Tapi belakangan perempuan yang menstruasi sudah bisa bertemu dengan komodo, karena komodonya sudah terlatih muehehe.
Ketika masuk ke pulau Rinca, kita harus menyewa guide. 80.000 adalah fee untuk guide yang akan memberikan kita banyak informasi juga menjaga kita selama perjalanan bertemu komodo. Dalam perjalanan melihat Komodo di pulau Rinca, terdapat 3 track yang bisa kita lalui. Yaitu Long track, Medium track Dan short track. Buat kamu yang tidak begitu suka tracking sebaiknya memilih short track. Karena ujung perjalanannya tetap sama, bukit dengan pemandangan laut dan perbukitan yang keren banget.
Minggu, 21 Oktober 2018
Aan
Selasa, 09 Oktober 2018
Tempat Wisata Kei Kecil Part#1
1. Pasir Timbul (Ngurtavur Island)
Icon Kei Kecil itu apasih? Pantai yang sering banget dimasukin ke IG dengan pengambilan dari atas alias pakai drone. Yep Pasir Timbul atau Ngurtavur Island namanya. Lokasinya lebih jauh lagi dibanding Pulau Baer, tapi kalian tidak akan bosan selama di perjalanan karena pemandangan sebelum sampai ke sana yang super duper keren. Pasir Timbul sendiri adalah, tumpukan pasir yang terdapat di tengah laut yang bisa menghubungkan antara satu pulau dan pulau lainnya (walau jauh banget -_-). Pasir timbul tersebut akan muncul ketika laut sedang surut dan akan menghilang ketika air laut naik atau pasang. Ada hal lain yang unik dari Pasir Timbul ini, yaitu terdapart burung yang transit dari Australia yang memiliki sayap wana tosca, burungnya indah banget deh. Saya kebetulan memiliki kesempatan untuk melihat langsung burung tersebut dan speechless. The only transport to reach Ngurtavur Island adalah Kapal atau speed sama kaya ke Pulau Baer (udah kek naq Jaksel belum? Lol). Ketika itu saya berangkat dari Pelabuhan Debut dan menyewa boat seharga Rp. 500.000. Boatnya sih lumayan besar, kapasitasnya sekitar 10 orang. Sepertinya itu boat paling murah deh, mengingat kita ditawarkan seharga 700.000 sebelumnya oleh warga yang ada di sana. Dan kalau sudah sampai ke Pasir Timbulnya, kalian harus membayar lagi biaya masuk sebesar Rp. 200.000 perkapal yang bersandar di sana. Oh ya jangan lupa, waktu terbaik ke Pasir Timbul itu ketika laut surut, maksimal pukul 11 siang. Karena setelah jam itu, air laut akan naik.
2. Pulau Baer
Duplikatnya Raja Ampat nih, Pulau Baer di Kei Kecil. Menurut saya bedanya hanya di warna airnya saja, kalau Raja Ampat warna airnya lebih ke hijau tosca sedangkan kalau di Baer warna airnya lebih ke biru tosca. Pulau Baer sendiri baru ditemukan sekitar tahun 2017 lalu (kalau saya tidak salah) jadi memang masih baru banget. Akses ke Pulau Baer hanya satu, yaitu menggunakan speed (kalau bahasa di sana) atau kapal dengan mesin karena lokasinya yang memang lumayan jauh dari pusat kota. Waktu itu saya ke sana menggunakan kapal punya teman, jadi saya tidak bayar uang kapalnya hanya inisiatif saja patungan buat bensin. Kalau biaya dengan kapal tergantung dari lokasi awal kita naik, maksudnya kita berangkat dari pulau mana. Tapi range harganya sekitar 500-700 ribu rupiah perkapal. Oh ya di Pulau Baer kalian bisa berenang, jadi jangan lupa sedia pakaian renang ketika main ke Pulau Baer. Juga terdapat tebing yang bisa dipanjat dan kalian bisa mengambil foto diatas tebing
| Seperti Raja Ampat kan? Kita bisa naik perahu diantara tebing-tebing tinggi |
| Ada tebing yang bisa dipanjat di sana, dan viewnya adalah Pulau Baer dari atas |
3. Pantai Pasir Panjang (Ngurblot)
| Ini pantainya yang nyatanya emang panjang, tapi ketika saya ke sana pantainya lagi kotor. Karena saya salah bulan, ketika itu angin barat dimana semua kotoran laut datang ke pantai. |
| Hanya berusaha menggambarkan, ini loh pasirnya yang halus pake banget itu 😄 |
| Dan yes, sunsetnya ngga oke. Eh baca deh cerita saya di https://traradventure.blogspot.com/2018/08/tual-kei-kecil.html#links agar kalian tau betapa sedih-amazednya saat itu |
4. Pantai Ohaidertavun
| Ini lautnya kalau tidak ada Meti, foto ini diambil sekitar jam 5 sore waktu Kei |
| Ini lautnya ketika terjadi meti. Ingat dong ayunan yang di foto atas yang dudukan ayunannya terbawa air laut? Nah ini dia. |
| See? Kapal masyarakat aja jadi begitu. Makanya jarang masyarakat yang ada di kampung ini jadi nelayan. Bawa hasil lautnya ke daratberat bo! |
| Foto ini saya ambil dari tengah laut ketika Meti. Yep, itu adalah pemukiman warga |
| Ini penapakan dari jauh tebing yang ada cap tangannya. Hemm foto dari dekatnya hilang bersamaan dengan hilangnya hape saya :( |
Oh iya untuk ke pantai Ohaidertavun kalian harus membayar Rp. 5.000 untuk bisa main sepuasnya di pantainya termasuk juga ke lokasi tulisan tangan. Nah untuk ke lokasi tulisan tangan bisa dua akses, bisa dengan boat atau berjalan kaki kalau dengan boat saya kurang tau harganya, karena kalian harus menyewa boat masyarakt. Namun jika dengan berjalan kaki, kalian haus menunggu meti dahulu sehingga kalian bisa jalan ke sana. Tapi ya iitu, kalau berjalan kaki jauh haha.
6. Goa Hawang
Goa dengan kolam yang memiliki air jernih berwana hijau. Dalam kolam tersebut sekitar 7 meter dan kalian juga bisa berenang ke dalam goa dan katanya sih di dalam lebih bagus lagi. Tapi saya tidak berenang karena saya takut tenggelam sad L, jadi saya hanya puas dengan memasukkan kaki ke dalam air Goa saja. Biaya masuk ke Goa Hawang (nah ini saya bingung, karena ketika itu saya sama orang asli Kei dan dia nawar. Jadinya hanya kena 10.000 berdua). Tapi kayanya sih satu orang Rp. 10.000
-
Saya tidak pernah punya teman travelling sebelumnya sampai saya bertemu dengan Len. Lelaki Belanda yang saya temukan di pinggir ...
-
Raden saleh-Sarinah itu deket kan ya, kalau naik motor tinggal jalan ke cikini, masuk Menteng, lurus aja terus sampe mentok ntar juga kete...
-
SUKU PAKPAK Suku Pakpak banyak terdapat di Sumatera Utara, yakni di Dairi, Perbatasan dengan Aceh, Parlilitan dan Pakpak Bharat Tak banya...



